TINGKULUAK
____
Laporan Bacaan 4
" Tingkuluak "
Nama : Ananda Vidia Maharani
Nim : 21016005
Dosen Pengampu : Dr. Abdurahman,M.Pd
A. PENDAHULUAN
Tingkuluak adalah salah satu jenis pakaian adat perempuan di Minangkabau. Aneka ragam nama dan bentuk tingkuluak berbeda di berbagai daerah meskipun ada juga yang sama. Misalnya, tingkuluak tanduak, tingkuluak kain balapak, tingkuluak Baradai ameh, tingkuluak Basarang gombak, dan lain sebagainya. Pakaian ini biasa dipakai oleh seorang perempuan Minang dalam acara adat tertentu. Tingkuluak adalah lambang mahkota adat bagi perempuan karena mengandung makna filosofis yang tinggi.
B. PEMBAHASAN
1.Defenisi
Tikuluak, tangkuluak, atau tengkuluk merupakan penutup kepala perempuan dalam budaya masyarakat minangkabau. Penutup kepala ini terbuat dari kain yang dibentuk menjadi selendang panjang yang kemudian dikreasikan beragam bentuk sesuai dengan pengguna dan fungsi dalam tradisi adat minangkabau.
2. Jenis tingkuluak
Secara umum, tikuluak dapat dibedakan dari bentuk dan kain yang digunakan. Bentuk tingkuluak ada yang menyerupai tanduk kerbau dengan dua sisi kiri dan kanan benbentuk lancip seperti tanduk kerbau. Jenis ini biasa digunakan oleh anak-anak dalam tari adat dan pengering pengantin dalam acara pernikahan. Ragam lainnya berbentuk melingkar dengan ujung kain yang dijuntaikan dari atas ke arah belakang atau biasa juga disebut dengan tikuluak Bundo Kanduang, sebab jenis ini biasanya hanya dipakai oleh perempuan dewasa yang telah menikah dan dipakai dalam acara-acara resmi adat.
Di samping dua ragam tersebut, ada jenis tikuluak yang biasa dipakai pengantin perempuan atau anak daro dalam pernikahan yang disebut juga dengan tingkuluak koto gadang dikarenakan jenis ini khas dari Koto Gadang. Tikuluak ini lebih sederhana karena berbentuk selendang biasa dengan hiasan motif sulaman serta manik-manik dengan pola-pola khas Minangkabau.
a. Tingkuluak Tanduak
Dinamakan tingkuluak tanduak karena bentuknya yang menyerupai tanduk kerbau. Tingkuluak Tanduak biasanya terbuat dari kain songket tenunan yang dikombinasikan dengan benang emas khas Minangkabau. Pada bagian belakang, Tingkuluak Tanduk biasanya diberi hiasan berupa kain yang terurai. Tingkuluak ini dipakai dengan cara kain yang dibentuk menjadi selendang panjang yang kemudian dikreasikan menyerupai tanduk dengan dua sisi kiri dan kanan berbentuk lancip seperti tanduk kerbau.
b. Tingkuluak Balapak
Tingkuluak ini dinamakan Tingkuluak Balapak atau Tingkuluak Kambang Balapak. Tingkuluak ini merupakan pakaian bundo kanduang yang biasanya digunakan ketika upcara perkawinan, sunatan atau batagak penghulu.Tingkuluak Balapak menggunakan kain songket atau kain basahan hitam. Kain basahan hitam terbuat dari benang katun dengan warna dasar hitam dan hijau lumut, bidang kain kotak-kotak kecil, bagian ujung dan pinggir selendang dihiasi benang emas yang disungkitkan pada waktu menenun.
c. Tingkuluak Balenggek
Sesuai dengan namanya Tingkuluak ini terdiri dari dua Tingkuluak yang dibuat bertingkat yang terbuat dari kain balapak. Di Lintau Buo, Tanah Datar, Tingkuluak Balenggek pada zaman dahulu hanya dipakai oleh kaum bangsawan atau keturunan penghulu saat bersanding di pelaminan.Bagi perempuan yang mengenakan tingkuluak ini, jika ia bukan berasal dari keluarga penghulu, maka harus meminta izin atau membayar uang adat terlebih dahulu kepada penghulunya.
d. Tingkuluak Sapik Udang
Tingkuluak Sapik Udang berasal dari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Dinamakan Sapik Udang karena menggunakan kain sarung sapik udang yang ditenun dengan motif kotak-kotak kecil warna hitam. Kain sarung tadi dipadukan dengan sehelai mukena.
e. Tingkuluak Talakuang
Tingkuluak Talakuang atau Batilakuang umumnya digunakan dalam keseharian perempuan di Batipuah, Tanah Datar. Tingkuluak ini juga digunakan dengan baju kurung dan kodek kain batik saat kegiatan mamanggia atau mengundang orang lain untuk datang pada hajatan.
f. Tingkuluak Koto Gadang
Tingkuluak Koto Gadang biasanya digunakan pengantin wanita di Koto Gadang saat acara pernikahan. Terbuat dari kain beludru berwarna merah atau ungu tua, berbentuk persegi panjang. Pinggiran kain dihiasi dengan minise atau renda yang berwarna keemasan. Permukaan kain dihiasi taburan loyang bermotif bunga, bintang dan sebagainya.
3. Makna filosofis tingkuluak
a.tingkuluak berarti ‘lambang memiliki’ untuk sebuah harta pusaka. Tingkuluak, karena begitu berharganya selalu diletakkan diatas kepala. Jika ada yang meletakkannya di bahu maka dia bukan tingkuluak lagi tetapi selendang.
b. bentuk nya yang runcing bermakna ‘semangat yang tak pernah pudar.’ Selalu optimis dalam menyikapi berbagai persoalan hidup.
c. tingkuluak bermakna ‘keseimbangan’ karena dia selalu berukuran sama jika ada dua bentuknya yang serupa. Keseimbangan perlu ditanamkan dalam hidup. Kita harus bersikap adil.
d. diujung tingkuluak terletak ujung yang tumpul walau sedikit. Artinya, meskipun ‘tajam’ tetapi tidak pernah ‘melukai.’ Kerendahan hati dan sifat tawaduk harus selalu dijunjung tinggi meskipun memiliki ilmu dan harta yang berlimpah.
e. tingkuluak bermakna ‘tanggung jawab’ karena di kepala itu letaknya semua ‘tanggung jawab’ tersebut. Seluruh persoalan akan selesai dengan kepala dingin bukan dengan sikap emosional dan anarkis.
C. PENUTUP
Tingkuluak merupakan penutup kepala perempuan dalam budaya masyarakat minangkabau. Aneka ragam nama dan bentuk tingkuluak berbeda di berbagai daerah meskipun ada juga yang sama. Misalnya, tingkuluak tanduak, tingkuluak kain balapak, tingkuluak Baradai ameh, tingkuluak Basarang gombak, dan lain sebagainya. makna filosofis yang terkandung dalam tingkuluak sangat melambangkan seorang perempuan minang.
D. DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Tikuluak
https://jurnalminang.com/makna-filosofis-pakaian-tingkuluak/
https://media.neliti.com/media/publications/71334-ID-tingkuluak-di-nagari-koto-nan-gadang-kot.pdf
https://padangkita.com/mengenal-jenis-tingkuluak-ragam-penutup-kepala-khas-perempuan-minang/
Komentar
Posting Komentar